Terdapat 3,98 Juta Perusahaan Baru Di Indonesia


Jakarta – Jumlah perusahaan Indonesia mengalami peningkatan. Hal itu berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan Sensus Ekonomi 2016, yang mengatakan bahwa saat ini jumlah perusahaan di Indonesia tercatat ada sebanyak 26,7 juta.

Padahal berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2006, tercatat terdapat sebanyak 22,7 juta perusahaan di Indonesia.

Hal itu berarti ada 3,98 juta perusahaan baru dalam 10 tahun terakhir. Perkembangan jumlah penduduk dan tumbuhnya usaha modern seperti bisnis online memberikan andil meningkatnya aktivitas ekonomi di Indonesia.

“Jumlah perusahaan pada Sensus Ekonomi 2016 ini meningkat 17,51% dibanding dengan jumlah pada 2006,” kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (27/4).

Bila dibedakan menurut skala usaha, 26,26 juta usaha (98,33%) berskala Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 450.000 perusahaan berskala Usaha Menengah Besar (UMB).

“Jadi jumlah perusahaannya banyak, tapi kecil-kecil,” ia menambahkan.

Umumnya perusabaan ini bergerak di sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebanyak 12,3 juta atau 46,17% dari seluruh perusahaan yang ada di Indonesia.

Namun, ada banyak juga yang bergerak di bidang usaha Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (16,72%) dan Industri Pengolahan (16,53%).

Berdasarkan penyebarannya, diketahui bahwa 79,53% perusahaan berada di Pulau Jawa dan Sumatera. Hanya kurang dari 20% saja yang berada di luar Jawa dan Sumatera.

“Sebagian besar masih terkonsentrasi di Jawa,” tutupnya.

Peningkatan jumlah perusahaan baru di Indonesia bagus terhadap kemajuan ekonomi Indonesia. Hal itu diketahui bahwa pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada diurutan ketiga terbesar di dunia di bawah Tiongkok dan India.

Meskipun saat ini perusahaan Indonesia masih sentral di Pulau Jawa, namun pemerintah berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan pemerataan pembangunan infrastruktur dibeberapa wilayah di Indonesia.

Salah satu, wilayah yang sedang digenjot pembangunan infrastrukturnya adalah Papua, dengan membangun tol laut, trans Papua, rel kereta api, dll.

Hal itu telah membuahkan hasil di mana di Papua saat ini, harga bahan bakar telah menjadi sama dengan wilayah jawa dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat.

Previous Penolakan Terhadap HTI Dan Khilafah Dilakukan Sejumlah Elemen Masyarakat Di Ternate Dan Serang
Next Pancasila telah disepakati sebagi konsensus bersama dan sudah bersifat Final #TolakOrmasRadikal

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *