Tinggi Marka Jalan Pintu Masuk Tol GTO Berbeda, Jasa Marga Diharapkan Lebih Profesional


Biasanya di setiap pintu masuk tol ada marka jalan yang akan membedakan jalur untuk kendaraan yang membayar secara tunai atau dengan menggunakan kartu Gerbang Tol Otomatis (GTO).

Selain itu, biasanya dalam marka jalan tersebut ada jg yang menandakan besar kecilnya kendaraan yang dapat memasuki pintu tol tersebut.

Namun pada gambar di bawah ini, terdapat sebuah marka jalan yang aneh.

Meskipun sama, merupakan marka jalan untuk pengguna kartu gto dan kendaraan dengan tinggi maksimal 2,1 meter.

Akan tetapi, tinggi marka jalan tersebut berbeda satu sama lainnya. Marka jalan yang berada di sebelah kanan, terlihat lebih tinggi dari marka jalan yang di sebelah kiri.

Selain itu, meskipun menandakan tinggi maksimal 2,1 meter, namun marka jalan sebelah kanan terlihat mempunyai tinggi dan dapat dilewati kendaraan lebih dari 2,1 meter.

Entah salah tulis atau salah dalam menghitung tinggi tiang. Namun anehnya, keduanya mempunyai tinggi yang sangat berbeda jauh.

Atau mungkin, petugas yang memasang marka jalan tersebut belum minum kopi sehingga masih mengantuk ketika memasang marka jalan pintu masuk tol tersebut.

Mungkin juga, tanda 2,1 meter dalam marka jalan di sebelah kanan itu merupakan salah tulis. Karena jika dilihat dengan seksama mungkin marka jalan kartu gto kiri ditujukan untuk kendaraan pribadi dan tinggi di bawah 2,1 meter, sedangkan marka jalan kartu gto kanan ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan kartu gto dengan badan yang lebih tinggi.

Namun yang jelas, perbedaan tinggi marka jalan pintu tol tersebut merupakan bentuk kurang profesionalnya jasa marga dalam membuat marka jalan.

Hal ini, tentunya dapat menimbulkan kebingungan pengguna jalan yang ingin memasuki jalur tersebutm dan kebingunang di depan jalur masuk tol dapat berisiko menimbulkan kemacetan.

Tentunya, diharapkan pihak jasa marga dapat bertindak lebih profesional lagi dalam membuat marka jalan, sehingga nantinya tidak membingungkan kendaraan yang melintas.

Previous Upaya Pemberantasan Terorisme Terus Dilakukan, Densus 88 Tangkap 9 Teroris
Next Djarot: Pancasila Merupakan Dasar Pemersatu Bangsa Indonesia