TNI Akan Terus Memantau Pergerakan Jenderal NII Garut, Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Keberadaan Aliran Sesat


Jakarta – Seorang pria di Garut mengirim surat dan mengaku sebagai jenderal Bintang 6 dari Negara Islam Indonesia (NII) dan meminta umat Islam untuk salat menghadap ke arah timur.

Saat ini, Pangdam III/Siliwangi Mayjen M Herindra memastikan bahwa belum ada indikasi bentuk radikal dari aksi pria bernama Wawan Setiawan itu.

“Belum ada kelompok radikal,” ungkap Herindra, Minggu (26/3).

Jajaran Kodam Siliwangi di Garut, jelasnya, bersama dengan forum komunikasi pemerintah daerah setempat sudah memanggil Wawan pada Selasa (21/3) lalu.

Pada waktu itu, kelompok yang mengaku NII ini diberikan imbauan oleh TNI, MUI, polisi, dan instansi terkait.

“Kita sudah bersama-sama memanggil yang bersangkutan untuk menyadarkan. Kami dari Danramil,” kata Herindra.

Dia mengatakan bahwa TNI melakukan pendekatan dengan cara persuasif. Selain itu, jajaran Kodam Siliwangi akan terus memantau Wawan dan kelompoknya.

“Kami adakan pendekatan agar tidak meluas pengaruhnya. Kita akan terus pantau keberadaannya,” tutur mantan Danjen Kopassus ini.

Akan tetapi, meskipun Wawan cs bukan merupakan kelompok radikal, namun sudah dipastikan bahwa ajaran yang mereka jalankan menyimpang.
Hal inilah yang membuat pihak MUI Garut  meminta agar pemerintah bertindak akan kasus ini.

“Yang kami temukan sementara hanya ada aliran yang menyimpang, karena yang bersangkutan mengajak salat menghadap ke timur,” ucap Herindra.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa warga Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat, sempat digegerkan dengan surat permohonan yang dibuat oleh Wawan Setiawan yang mengaku sebagai Panglima Angkatan Darat, Negara Islam Indonesia (NII) dalam surat tersebut Wawan mengatakan, untuk melaksanakan salat menghadap ke timur.

Kasus serupa pernah juga menghebohkan Garut pada tahun 2011, saat itu, seorang yang bernama Sensen Komara mendeklarasikan diri sebagai seorang Rosul dan Presiden Negara Islam Indonesia (NII). Namun setelah itu Sensen ditangkap dan divonis empat tahun kurungan di rumah sakit jiwa oleh Pengadilan Negeri Garut.

Oleh karena itu, diharapkan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap penyebaran aliran menyimpang seperti ini.

Karena selain dinilai berbahaya, aliran menyimpang ini tidak sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.

Previous KLHK Menerima Putusan Pengadilan Terkait Kebakaran Hutan
Next KH.Sirojul Munir: Waspada terhadap Aliran sesat