Tolak Sistem Khilafah Bukan Berarti Tolak Ajaran Islam


Jakarta – Pemerintah melarang keberadaan khilafah di Indonesia. Pelarangan ini disebabkan karena sistem khilafah tidak tepat diterapkan di Indonesia, di mana merupakan negara multi etnik dan agama.

Perjuangan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan pada dahulu diperjuangkan oleh sejumlah pejuang yang terdiri dari berbagai macam etnik dan agama.

Karena itulah, pada saat merumuskan dasar ideologi bangsa, para bapak bangsa Indonesia memilih Pancasila sebagai fondasinya.

Hal itulah yang akhirnya membuat Presiden Jokowi menolak adanya khilafah di Indonesia.

Namun demikian, penolakan Presiden Jokowi terhadap khilafah tersebut bukan berarti dirinya menolak jika Umat Islam melaksanakan ajaran agama, akan tetapi tentunya harus sesuai dengan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945.

Sebab, penerapan Khilafah didalam Pemerintahan akan melanggar aturan dan dapat memecah belah NKRI karena Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa.

Penolakan terhadap khilafah ini bukan berarti menolak Islam atau ajarannya.

Hal itulah yang menyebabkan NU yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar Indonesia juga menolak khilafah.

Mereka melakukan penolakan sistem Khilafah karena Al Quran tidak pernah menerangkan dan menganjurkan sistem kenegaraan menggunakan Khilafah.

Keberadaan negara Khilafah yang didengungkan oleh kelompok umat Islam garis keras banyak bertentangan dengan Al Quran dan Hadits.

Sementara itu, Khilafah cukup diterapkan di dalam diri masing-masing umat Islam sehingga tidak perlu memaksakan Khilafah menjadi sistem pemerintahan. (FC)

Previous Ketum PPP Romahurmuziy: Tidak ada alasan NKRI di ganti negara Khilafah
Next Jokowi ingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan terus memegang teguh Pancasila

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *