Tuding BIN Lemah, Ketua GP Ansor Gagal Paham Soal Arcandra


Menteri ESDM ArchandraTahar - Foto:Istimewa
Menteri ESDM ArchandraTahar - Foto:Istimewa

Jakarta – Pernyataan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, munculnya polemik status warga negara Arcandra Tahar, Mantan Menteri ESDM, mengindikasikan kinerja dari Badan Intelijen Negara (BIN) lemah dibantah oleh Pengamat Politik Dwi Julian Noor. Dwi Julian menilai, Ketua GP Ansor tidak memahami perihal reshuffle menteri yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Dwi Julian yang mantan Pengurus PB Himpunan Mahasiswa Islam ini mengungkapkan bahwa dari informasi yang diterimanya, Badan Intelijen Negara (BIN) tidak dilibatkan dalam reshuffle kabinet kerja. “Kolega saya, seorang Intelijen Senior mengungkapkan bahwa BIN tidak dilibatkan dalam filterisasi menteri hasil reshuffle,” ujar Julian.

Maka terkait dengan hal tersebut, Julian menganggap tuduhan Ketua Umum GP Ansor terhadap BIN tidak berdasar. “Itu Ansor Ketua Umumnya gagal paham, tidak paham proses tetapi asal ngomong ke media,” ucap pria berkacamata ini.

Julian justru mempertanyakan, jika benar BIN tidak dilibatkan dalam proses reshuffle, maka ini sesuatu yang seharusnya dikoreksi. “Semua kepala negara di belahan dunia manapun pasti mengandalkan informasi intelijen sebelum mengambil keputusan,” tukasnya.

Belajar dari kasus Arcandra, Dwi Julian berharap agar Presiden Jokowi ke depan bisa mengoptimalkan informasi intelijen sebelum mengambil keputusan. “Presiden harus lebih mendengar Intelijennya daripada pembisiknya,” tutup Julian.
(NF)

Previous Pengamat: Jika Benar Status WN Menteri ESDM Ganda, Imigrasi Kecolongan
Next Jangan Sampai Ada Kecemburuan Antar Angkatan Bersenjata