Ujaran Kebencian Syarwan Hamid Tidak Mencerminkan Sifat Patriotisme Purnawirawan


Jakarta, BuletinInfo –  Mungkin yang saat ini dialami Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen Purn. Syarwan Hamid dapat disebut dengan Purnawiran Post Power Syndrome.

Pernyataannya yang mengatakan bahwa Presiden dan jajarannya berpotensi jadi pengkhianat bangsa tidak mencerminkan sosok sebagai seorang pensiunan pejabat yang seharusnya memberikan ilmu dan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Diusianya yang sudah senja, Syarwan malah giat merusak moral generasi muda dengan ujaran kebencian dan fitnah terhadap Pemerintahan saat ini.

Bukan hanya itu, Syarwan Hamid juga diduga sebagai salah satu dari tiga jenderal otak makar 212.

Sebenarnya sosok inilah yang dikatakan penghianat bangsa yang sesungguhnya. Seperti filosofi tukang bakso yang selalu teriak “bakso…baksoo”, mungkin begitu juga dengan pengkhianat bangsa yang melakukan hal serupa, menuduh Presiden dan jajarannya bisa menjadi pengkianat.

Sebagai purnawirawan, sikap patriotisme yang bisa ditunjukkan adalah dengan menurunkan syahwat politiknya dan mendukung pemerintah manapun yang sedang berjalan.

Bukankah lebih baik apabila para pensiunan TNI ataupun Polri menjadi teladan dan contoh positif untuk generasi muda saat ini.

Perjuangan fisik yang terdahulu kini telah berganti dengan perjuangan melawan kejahatan dunia maya, konten negatif, ujaran kebencian, hoax dan fitnah.

Ikut menjaga kedamaian, kesatuan dan persatuan NKRI dan Pancasila dengan perkataan dan perbuatan positif yang membangun, itulah jiwa patriotik yang sesungguhnya.

Previous Tinggal 3 Bulan, DJP Optimis Kejar Target Penerimaan 2017
Next Pelaku penghina Presiden dan Kapolri di instagram ditangkap polda Jatim