Umat Muslim Dipastikan Takkan Lakukan Revolusi


Jakarta – Diyakini takkan ada revolusi, bila nantinya tersangka penistaan agama, Gubernur non-aktif DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), divonis bebas, kendati keputusan tersebut sulit diterima umat muslim.

“Yang saya yakini, umat muslim akan tetap menyuarakan aspirasinya sesuai koridor-koridor yang ada,” ujar Sosiolog Nia Elvina, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/12).

Misalnya, kata peraih gelar master dari Universitas Indonesia (UI) ini, mengajukan banding atau upaya hukum lain.

“Bisa juga memberikan sanksi sosial kepada pihak-pihak tertentu yang dianggap ‘bersekongkol’, jika memang itu yang terjadi,” bebernya.

Menurut Nia, hal ini dilakukan, karena takkan mencoreng citra positif umat muslim Tanah Air saat melakukan Aksi Super Damai 212, Jumat (2/12) lalu.

“Dimana sejumlah tokoh dan kalangan juga menyampaikan apresiasi atas kesantunan, ketertiban, dan komitmen umat muslim karena aksi 212 itu,” bebernya.

“Umat muslim pun saya lihat cukup cerdas dan proporsional kok dalam bersikap. Mereka tahu rambu-rambu,” tukas eks dosen Universitas Nasional (Unas) ini.

Sebelumnya, Ketum Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, mengklaim bakal ada revolusi, bila Ahok dibebaskan.

“Jadi, jangan coba-coba (Ahok dibebaskan). Maka, saya teriak revolusi. Siap turun lagi,” katanya.

Revolusi tersebut, kata Rizieq, bakal dilakukan dengan menduduki Gedung DPR/MPR.

“Kalau tidur di sana, itu makar atau bukan? Kalau DPR rumah siapa? Boleh datang ke DPR, duduk boleh. (FH)

Previous Potensi Makar dan Penghinaan Lambang Negara oleh Habib Rizieq
Next TNI: Isu Keberpihakan TNI ke Rakyat yang Tujuan Makar, Hoax

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *