Upaya Pemberantasan Terorisme Terus Dilakukan, Densus 88 Tangkap 9 Teroris


Palu – Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menangkap pelaku terorisme. Kali ini, mereka berhasil menangkap 9 terduga teroris di dua wilayah yang berbeda.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Suprapto mengatakan, sebanyak 9 orang ditangkap di Tolitoli dan di Parigi.  Mereka diduga terkait dengan kasus terorisme. Detasemen Khusus 88 Antiteror masih mengembangkan dan mendalami peran mereka.

“Nanti kalau sudah lengkap (hasul pengusutan) kami sampaikan,” kata Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto di Palu, Jumat, 10 Maret 2017. Hari mengatakan, 6 dari 9 orang itu ditangkap di Tolitoli. Sisanya dibekuk di Parigi.

Berdasarkan informasi, mereka ditangkap sekitar pukul 08.00 WITA di sejumlah desa di wilayah tersebut.

“Benar, informasi yang kami terima di Tolitoli, ada penangkapan 6 orang tersebut. Cuman belum tau kaitan mereka apa?” kata Alam, salah seorang warga Tolitoli.
Penangkapan tersebur juga dibenarkan oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufagaradi.

“Anggota Densus 88 dan Polres Tolitoli, Sulawesi Tengah menangkap enam terduga teroris yang akan melakukan penyerangan ke markas polisi setempat,” kata Rudy.

Saat ini, pihak kepolisian dan Densus 88 sedang gencar-gencarnya melakukan penangkapan pelaku terorisme.

Upaya penangkapan sebelum pelaku berhasil melakukan aksinya, merupakan bukti dari keseriusan pihak kepolisian dan Densus 88 dalam memberantas terorisme di Indonesia.

Dengan melakukan penangkapan sebelum pelaku menjalankan aksinya, diharapkan aksi-aksi terorisme dapat ditanggulangani, sehingga nantinya tidak ada lagi korban jiwa akibat ulah dari aksi teroris.

Diketahui bahwa mereka yang ditangkap adalah Ss alias Sam, warga Jalan Vetran 2 Kabupaten Tolitoli; IR alias Ican warga Desa Lantapan Kecamatan Galang Tolitoli; KF warga Jalan Pulau Irian Poso Kota; SO warga Jalan Pulau Bali Poso Kota; DW alias Ali warga Jalan Pulau Sabang Poso Kota; dan Jef, warga Desa Siring Jaha Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Previous Yohanes Priyana: Pelarangan Siaran Langsung Ditujukan Untuk Kembalikan Marwah Pengadilan Sebagai Benteng Terakhir Keadilan
Next Tinggi Marka Jalan Pintu Masuk Tol GTO Berbeda, Jasa Marga Diharapkan Lebih Profesional