Wagub Sulut : Aksi simpatik jangan sampai merusak kerukunan dan kedamaian yang selama ini menjadi ciri khas Sulawesi Utara


Jakarta, BuletinInfo – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven OE Kandouw mengatakan bahwa aksi simpati yang dilakukan    boleh-boleh saja. “Tapi sebagai orang Sulut kita harus tetap menjaga kebersamaan, jangan sampai simpati yang berlebihan bisa merusak kerukunan dan kedamaian yang selama ini menjadi ciri khas daerah kita,” pesannya.

Wagub meminta masyarakatnya tidak berlebihan menujukan aksi simpatik kepada Ahok. “Saya juga bersimpati pada pak Ahok, tapi saya imbau masyarakat Sulut yang berlebihan dalam menunjukkan simpatinya,” imbau Steven seperti rilis Humas Pemprov Sulut, Kamis (11/5/2017).

Sebelumnya, Sejak Rabu (10/5/2017) lalu, masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) ramai menyuarakan kemerdekaan dari Negara Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu media di Sulut mengangkat berita terkait hukuman dua tahun kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dihukum karena menistakan agama sebagai berita utamanya.

Wagub Sulut mengatakan vonis terhadap Ahok juga ada hikma  positif. “Ini menjadi Jurisprudensi bagi kasus-kasus penghinaan agama yang harus divonis berat. Jadi Habib Rizieq harus dihukum berat dan FPI harus dibubarkan,” tegasnya.

“Pemerintah harus menghukum berat para penghina agama, dengan tidak memandang bulu. Siapa pun yang menghina agama lain, wajib mendapat hukum berat, karena NKRI sudah harga mati,” kata suami tercinta dr Kartika Devi Tanos.

Previous Indonesia bukan negara satu-satunya didunia yang melarang Khilafah, 20 negara lainnya sudah terlebih dahulu melarang
Next Steven OE Kandouw: aksi simpati untuk Ahok boleh - boleh saja tapi jangan sampai mengorbankan kerukunan yang sudah tercipta di Sulut