Wakapolri: Pentingnya WNI dari Suriah di rehabilitasi, kembalikan Psikis dan Ideologi yang sempat dipengaruhi ISIS


Jakarta, BuletinInfo -Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Suriah perlu menjalani rehabilitasi. Ini penting, untuk mengembalikan psikis dan ideologi warga yang sempat dipengaruhi kelompok ISIS.

“Orang ini perlu direhabilitasi psikis, ideologi yang mereka dapat di sana pasti sudah dicuci itu otaknya, seluruhnya dimasukan dalam program,” kata Syafruddin di ruang kerjanya, Mabes Polri, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

Jenderal bintang tiga ini mengungkap, informasi yang diterima Polri paham radikal sudah tersebar ke sejumlah daerah di tanah air. Terlebih, ajaran radikal sampai kepada aksi terorisme dapat diakses bebas di Internet.

“Makanya, sekarang ada kejadian teror dengan cara lone wolf, tidak ada pemimpinnya tidak ada yang nyuruh, pemimpinnya IT,” beber dia.

Meski begitu, Polri sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal tersebut. Salah satunya, melakukan pemblokiran terhadap aplikasi atau pun situs-situs radikal.

“Kemudian dengan cara program deradikalisasi dan kita sudah turunkan fungsi-fungsi binmas, densus dan semua aspek kita perhatikan untuk antisipasi,” pungkas mantan Kalemdikpol itu.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sendiri tengah mengawasi pergerakan 1000 WNI yang dideportasi dari Suriah. Sebab, ke-1000 WNI ini diduga kuat telah terindikasi paham radikal dan pernah bergabung dengan kelompok ISIS.

Previous Walikota Bogor Bima Arya dikecam masyarakat Bogor karena memperbolehkan HTI di Bogor
Next Aktivis: Sikap Gerindra Keluar Pansus Adalah Pencitraan Politik Yang Baik