Wapres : Pencabutan Subsidi Listrik Untuk Menciptakan Keadilan


Jakarta, BuletinInfo – Mulai 1 Mei 2017, tarif listrik untuk pelanggan golongan 900 volt ampere (VA) mengalami kenaikan karena subsidinya dicabut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan pencabutan subsidi listrik dilakukan pemerintah untuk menciptakan keadilan. Sebab, selama ini, subsidi listrik justru banyak dinikmati masyarakat mampu.

JK mengatakan banyak subsidi listrik yang dinikmati golongan mampu. Bahkan ada orang mampu yang menggunakan listrik subsidi dengan empat meteran listrik. “Jadi untuk lebih adil, betul-betul subsidi kepada orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA yang masuk dalam kategori mampu dilakukan dalam tiga tahap setiap dua bulan, dimulai Januari 2017. Kemudian tahap kedua dan ketiga berlangsung pada Maret dan Mei 2017.

Pencabutan subsidi listrik didasari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Pemerintah menyediakan dana subsidi untuk kelompok masyarakat tidak mampu.

Pencabutan subsidi ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Kementerian ESDM sudah menetapkan skema kenaikan tarif listrik secara bertahap sebanyak 3 kali untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA, melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 (Permen ESDM 28/2016). Berdasarkan aturan itu, penyesuaian tarif akan terjadi di 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017, berubah sekitar 30% di tiap tahap

Setiap pencabutan subsidi akan berdampak pada kenaikan tarif listrik golongan‎ 900 VA yang masuk kategori RTM sebesar 30 persen.

Pencabutan tahap ketiga yang diterapkan Mei hingga Juni 2017, membuat tagihan bayar  listrik bertambah menjadi Rp 185.794 per bulan dari sebelumnya Rp 130 ribu.

Sebagai informasi bahwa sampai Desember 2016, pelangan 900 VA berjumah 23 juta yang seluruhnya masih menikmati subsidi. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan pendataan yang dilakukan PLN, masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi miskin dan rentan miskin golongan 900 VA hanya 4,1 juta. Artinya 18,9 pelanggan 900 VA tidak masuk dalam kategori tersebut atau mampu.

“Tidak ada kenaikan tarif listrik. Pelanggan 900 VA yang tidak mampu tetap menerima subsidi 100%. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membuat subsidi listrik menjadi tepat sasaran, bukan menambah beban masyarakat. Subsidi hanya diberikan kepada masyarakat miskin yang memang perlu dibantu,” kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, Sujatmiko.

Pemerintah telah mencanangkan program 35.000 MW dan Program Indonesia Terang, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, dalam bentuk pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik. Untuk pembangunan tersebut dibutuhkan anggaran yang sangat besar,” Sujatmiko menerangkan.

Previous Menteri Agama: Hormati proses hukum tidak perlu ada massa penekan
Next Danhil Anzar: Toleransi Dan Radikalisme Jangan Diperdagangkan