Waspada ancaman proxy war landa Indonesia


Jakarta, BuletinInfo, Indonesia kini tengah berada dalam perang proksi atau proxy war. Seluruh masyarakat Indonesia harus menyadari hal itu merupakan  ancaman nyata yang sedang “dimainkan” pihak luar untuk memecah belah bangsa kita dengan cara mengadu domba dan mengangkat isu-isu sensitif agar Indonesia tidak lagi bersatu.

Proxy war dapat diartikan sebagai kepanjangan tangan suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya, namun menghindari keterlibatan secara langsung dengan menyulut konflik yang mahal dan fatal di tempat lain. Dengan kata lain kondisi perang di mana dua pihak yang saling berseteru tidak melakukan kontak serangan secara langsung. Serangan dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga sebagai alatnya.

Indonesia saat ini sedang berada dalam proxy war. Tak hanya di dalam negeri, luar negeri juga main kaitannya sejumlah isu seperti Papua. Kenapa? pembangunan Papua yang masif membuat orang luar takut, mereka takut Papua jadi sangat merah putih, selain itu juga yang lagi hangat adalah isu Ahok. Seperti kita ketahui isu Ahok ini terus di gunakan untuk memecahbelah bangsa dengan mengedepankan agama sebagai “Senjata Utama”. Hal tersebut terus disulut dengan menggunakan sejumlah kelompok “boneka” mereka yang bukannya tidak mungkin juga melibatkan sejumlah elit bangsa ini.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dengan penduduk yang potensial menjadi menggiurkan bagi negara yang ingin menguasai Indonesia. Namun disisi lain Indonesia begitu kuatnya dengan Persatuan masyarakatkannya dengan berlandaskan Pancasila. Oleh sebab itu, Indonesia terus di serang dengan berbagai macam cara agar Indonesia dapat terpecah belah dan tidak kuat lagi.

Dalam upaya menghadapi ancaman proxy war yang kompleks dan multidimensional, peran dunia Intelijen dalam sistem peringatan dini (early warning system) sebagai pemasok fore-knowledge untuk mengisi the blind side of decision making mendapat tantangan yang tidak mudah,”
Dalam banyak kasus, ancaman proxy war dengan pola devide et impera atau memecah-belah dari dalam merupakan cara yang efektif untuk menciptakan instabilitas keamanan dalam suatu negara.

Indikasi proxy war telah nyata terlihat di Indonesia, Badan Intelijen Indonesia – BIN sudah memperingati adanya indikasi tersebut di Indonesia sejak lama. Namun peringatan tersebut juga harus di sadari oleh masyarakat Indonesia, jangan sampai Indonesia dilemahkan lagi dengan sistem “adu domba” yang dulunya di gunakan Belanda untuk memecah belah Indonesia.

Keterlibatan masyarakat sangat penting karena dengan adanya keterlibatan masyarakat, proxy war dapat ditangkal. Seluruh Elemen Masyarakat harus sadar agar tidak diperdaya dengan pihak ketiga yang menginginkan bangsa ini hancur. Sejumlah kasus seperti intoleransi menjadi hal yang harus disadari bahwa kita sebagai bangsa Indonesia sedang diusik dan ingin dicerai berai. Oleh sebab itu Masyarakat Indonesia harus sadar bahwa kita harus bersatu kembali, jangan mau di adu domba dengan isu SARA. Seperti pepatah ” Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh” . Indonesia harus dijaga secara bersama – sama agar tetap kuat dan kokoh.

Previous Bulog akan melaksanakan operasi pasar serentak
Next Kontribusi ASEAN Kunci Terwujudnya Jalur Sutra Baru