Waspada! Cendana Sedang Galang Kekuatan Media Agar Anies Menang Hitung Cepat, Jangan Percaya Hitung Cepat


Cara-cara kotor dipakai demi untuk memenangkan pilkada DKI, hal itulah yang akan dilakukan keluarga cendana, pada Selasa (18/4) malam ini, di mana mereka akan mengumpulkan pemimpin redaksi media di Jakarta untuk memenangkan paslon nomor 3 Anies -Sandi.

Hal itu diungkapkan oleh akun twitter @Ronin1948 yang menyebutkan selasa malam mengundang pimpinan redaksi di kawasan Sudirman Jakarta.

Upaya tersebut merupakan upaya penggalangan kekuatan media yang luar biasa, karena ada agenda tertentu yang ingin di capai yaitu menggiring untuk kemenangan salah satu paslon dalam pilkada DKI putaran kedua yaitu paslon nomor 3 Anies-Sandi. Menurut informasi yang di dapatkan dari salah seorang kawan yang cinta NKRI, dirinya diminta untuk menuliskan angka yang diminta untuk dituliskan di cek yang telah disiapkan oleh cendana (Aset korupsi selama 32 tahun masih banyak di deposito).

Dari informasi yang terpercaya, diketahui bahwa malam ini dana pemenangan untuk paslon nomor 3 akan cair malam ini.

Media-media yang dikumpulkan tersebut nantinya akan mengikuti instruksi yaitu pemberitaan bahwa Paslon no.3 menang dalam hitung cepat sebesar 3 persen.

Hampir seluruh pemimpin redaksi media diundang, kecuali media Metro TV dan Kompas. Bahkan, mereka tidak hanya mengundang media resmi yang terverivikasi, tetapi juga radio dan media televisi.

Hal ini dilakukan untuk melakukan penggiringan opini publik bahwa Anies menang 3 persen versi hitung cepat media akan jadi alur penyesuaian hitung cepat KPU.

Taktik ini sama halnya seperti Pilpres 2014 dimana Prabowo merasa menang Quick Count. Nanti akan terulang kembali” perang “ hasil hitung cepat di media televisi, online dan radio.
Dengan hal itu nantinya mereka akan membentuk opini publik bahwa akan adanya kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor 3 dalam memenangkan pilkada DKI putaran kedua dengan melakukan money politik melalui penggiringan opini media.

Tindakan mereka tersebut tentunya tidak benar dan menyalahi aturan, karena mereka berusaha untuk membodoh-bodohi masyarakat Jakarta dengan penggiringan opini dan berusaha mengadu domba.

Karena itulah diharap agar warga Jakarta dapat bijak dalam menentukan pilihannya jangan mau di hasut dan diiming-imingi sesuatu karena dapat merugikan Jakarta pada masa depan.

Previous Setara Institute: Warga Jakarta Gunakan Hak Pilih tanpa tekanan
Next Setara Institut: Tuangkan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani Tanpa Ada Intimidasi