Waspada… Demo Aliansi Solidaritas Mahasiswa Menggugat ditunggangi secara politis


Jakarta, BuletinInfo -Demo lagi, demo lagi, apakah negara yang demokratis identik dengan demo yang tak henti-henti? Sepertinya jawabannya tidak. Negara yang demokratis tidak harus demontrasi sebagai cara untuk menyampaikan pendapat. Masih ada cara lain yang lebih elegan dan demokratis juga yaitu dialog.  Jika mahasiswa harusnya bisa mengerti tentang hal tersebut, artinya dalam mengemukakan pendapat tidak harus unjuk rasa sebagai solusi. Apalagi mahasiswa yang memiliki intelektual yang tinggi seharusnya dapat memberikan contoh yang positif.

Aliansi Solidaritas Mahasiswa Indonesia menggugat rencananya akan melakukan aksi pada jumat 20 oktober 2017 pada pukul 13.00 di depan istana Merdeka. Dalam aksinya mereka ingin menagih janji politik Jokowi-JK terhadap rakyat Indonesia karena hampir 3 tahun mereka memimpin bangsa ini tetapi ekonomi Indonesia makin merosot dan utang makin meningkat serta rakyat makin melarat.

Jika kita mencoba menelaah dan menganalisa aksi yang akan diadakan jumat mendatang oleh aliansi solidaritas mahasiswa menggugat, indikasinya aksi tersebut ditunggangi oleh kelompok politik tertentu. Aksi terobos istana yang diinisiasi tidak menunjukkan visi perjuangan yang konkret dan berdasar, justru mengarah pada aksi provokasi untuk mengguncang pemerintahan yang sah.

Seharusnya generasi penerus bangsa yang nantinya akan menentukan nasib bangsa tidak mudah untuk di provokasi dan ditunggangi kelompok politik tertentu. Apabila sepanjang masa kuliah justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk membantu pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik tertentu, maka mereka tidak memberikan kontribusi terhadap bangsa.

Aksi tersebut sebenarnya tidak jelas dan mengada ada karena bertentangan dengan hasil survei dan pengukuran kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo serta kajian ilmiah terkait pembangunan bangsa.

Aksi terobos istana menggambarkan aksi frontal dan tidak sesuai dengan etika penyampaian pendapat atau demonstrasi. Hal tersebut jelas mengarah pada provokasi terkait dengan kontestasi politik saat ini.

Oleh sebab itu masyarakat dan mahasiswa diimbau untuk tidak terpengaruh terhadap aksi hari jumat mendatang karena aksi tersebut bukan murni gerakan mahasiswa melainkan gerakan yang di tunggangi oleh kelompok politik tertentu yang bertujuan untuk menggoyang pemerintahan yang sah.

(HA)

Previous Hary Tanoe: Perindo dukung program pemerintahan presiden Jokowi
Next Presiden Jokowi berharap Santri dapat turut berperan jaga perdamaian