Waspadai Kader Demokrat Penyebar Fitnah, Ferdinand Hutahean dan Rifai Darus!!!


Jakarta, BuletinInfo – Memasuki tahun politik tahun 2018 ini Juru bicara Partai Demokrat Sang Kutu Loncat Ferdinan Hutahean melakukan manuvernya politiknya lagi. Dalam manuvernya kali ini sang kutu loncat menggunakan postingan dari akun twitter Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga Ketua Umum KNPI versi Kongres Papua Muhammad Rifai Darus. Dalam akun tersebut dituliskan Indonesia darurat demokrasi.

Tapi yang perlu masyarakat ketahui Rifai Darus itu menjadi direktur PT Papua Mandiri dimana perusahaan tersebut pernah terlibat hukum yang ditangani KPK terkait kasus penerimaan hadiah terkait proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) tahun 2016.

Selain itu Rifai juga pernah dilaporkar terkait kasus penipian 900 juta rupiah dimana ketika itu dilaporkan Ketua Dewan Pembina Pesantren Khafidul Qur’an Zahindun AlHalim ke Polda Metro Jaya pada 1 Agustus 2016.

Sementara itu jika melihat dari poin-poin tulisan Rifai yang dikutip Ferdinand, semuanya hanya Fitnah keji yang ingin memecah belah bangsa. Terlebih lagi memasuki tahun politik nampak sekali suatu tedensi negatif yang ingin meresahkan masyarakat.

Bebarapa poin yang bisa dilihat secara komprehensif, diantaranya terkait dengan

Polri dan BIN adalah alat kekuasaan ?

Tudingan tersebut tentunya sangat tidak mendasar, mengapa? karena tudingan tersebut nampak sekali berupaya menyudutkan pihak Polri dan BIN sebagai alat penguasa. Sepertinya Wasekjen PD, Rifai Darus gagal paham mengartikan beda antara Alat Kekuasaan dan Alat Negara.

Polri adalah alat negara dalam menegakkan supremasi hukum dan menjaga stabilitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri tidak bermain di ranah politik namun di ranah hukum.

Sedangkan BIN sebagaimana fungsinya merupakan alat negara yg berperan sebagai mata dan telinga Presiden dalam memberikan input ataupun masukan kepada Presiden dalam mengeluarkan berbagai kebijakan strategis guna kepentingan bangsa dan negara, baik di bidang ekonomi, politik maupun potensi ancaman terhadap disintegrasi bangsa.

Kemudian ada juga poin tentang Petinggi TNI/Polri aktif dalam pilkada. Jika ditelaah tudingan tersebut  terkait Petinggi TNI Polri aktif dalam Pilkada adalah tudingan gagal paham seorang wasekjen PD.

Perlu diketahui bahwa para petinggi TNI Polri ketika akan memasuki ajang politik praktis  atau Pilkada, mereka wajib untuk keluar atau berhenti dari institusi asal mereka, dimana hal ini sesuai dengan ketentuan UU.

Dilain sisi, adalah hak setiap warga negara Indonesia untuk berperan serta  dengan berkontribusi tehadap negara melalui politik.

Partai Demokrat sebagai partai Sangkutu Loncat Ferdinand Hutahean dan  Rifai Darus jangan seperti kacang lupa kulit. Kita ketahui semua SBY adalah mantan TNI dan anaknya pun AHY juga sebelumnya adalah anggota TNI aktif yg kemudian keluar dari dinasnya untuk ikut dalam Pilkada DKI walaupun berujung pada kegagalan.

Berdasarkan argumentasi tersebut diatas, kita ketahui Sang kutu loncat Ferdinand Hutahean hanyalah mencoba membuat manuver politik yang ingin menjatuhkan pemerintah dengan menggunakan cuitan Rifai darus yang kita ketahui ketua umum DPP KNPI Versi Jayapura dimana sempat terlibat hukum baik penipuan ataupun penyuapan. Cuitannya sangatlah bertedensi negatif dengan implikasi memecah belah bangsa dan menjatuhkan pemerintah.

Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi ataupun terhasut dengan cuitan Rifai Darus yang di posting kembali oleh Ferdinand Hutahean karena Fitnah dan tidak memiliki dasar yang kuat sehingga terlihat hanya ingin mengaudu domba umat, memecah belah bangsa dan menjatuhkan pemerintah.

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai setiap tulisan ataupun cuitan Ferdinan Hutahean sang kutu loncat karena kontennya hanya ingin memojokan dan mendikreditkan pemerintah.

(HA)

 

 

 

 

Previous Awas Beredar di media sosial sebuah gambar-gambar meme yang mendeskreditkan pemerintah, Tangkap Penyebar dan pembuat Meme itu
Next Jangan Biarkan Koruptor Jadi Pemimpin Daerah!! Gubernur Incumben Maluku Said Assagaf terlibat kasus korupsi perbankan