WNI di Filipina Dihimbau Agar Lebih Waspada, Pemerintah Juga Terus Berupaya Membebaskan WNI Yang Disandera


Jakarta, BuletinInfo – Kementerian Luar Negeri  RI mengimbau bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Filipina untuk lebih waspada.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa walaupun darurat militer diberlakukan, kondisi Mindanao secara umum normal dan pertempuran terkonsentrasi di wilayah Marawi, di mana wilayah tersebut bukan daerah konsentrasi WNI.

“Sejak beberapa bulan lalu, KJRI Davao sudah mengeluarkan seruan kepada WNI di Fililipina Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan. Seruan tersebut belum dicabut,” katanya.

Seperti diketahui, pada Selasa (23/5/2017) malam, Presiden Duterte memberlakukan status darurat militer di Mindanao, menyusul baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi. Media lokal Filipina melaporkan, baku tembak tersebut terjadi ketika polisi dan tentara bergerak untuk melaksanakan perintah penahanan seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf, yakni Isnilon Hapilon.

Saat ini  kelompok Abbu Sayyaf masih menahan sekitar 19 orang, tujuh di antaranya merupakan warga negara Indonesia.

“Status darurat militer tersebut diharapkan tidak berdampak terhadap keselamatan tujuh WNI yang saat ini masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina,” harap Iqbal.

“Sejauh ini tujuh sandera dalam keadaan baik. Komunikasi dan upaya pembebasan terus berlangsung,” imbuhnya.

Pemerintah RI terus berkoordinasi dengan Filipina untuk mengupayakan pembebasan ketujuh orang tersebut.

Previous Presiden Jokowi memerintahkan kapolri untuk menumpas pelaku bom kampung melayu hingga ke jaringannya
Next Setara Institut mengutuk keras serangan bom kampung melayu

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *