YPKP 65 Lelah Dengan Isu Dan Stigma Kebangkitan PKI


Jakarta, BuletinInfo – Para korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tahun 1965, menurut Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan tahun 1965-1966 (YPKP 65), merasa lelah dengan anggapan ‘ingin bangkit’ yang sampai hari ini masih dilontarkan oleh sebagian kalangan masyarakat.

“Kami ini dibilang mau bangkit lah, apa lah. Padahal, enggak ada. Kita lelah dengan stigma seperti ini. Sudah 50 tahun lamanya” kata Ketua YPKP 65 Bedjo Untung,” Rabu (29/3).

Seperti yang diketahui, bahwa YPKP 65 merupakan organisasi bagi para korban Tragedi 65. Anggotanya adalah penyintas Tragedi 65 yang dahulu menjadi korban karena dituduh atau dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain itu, dia mengaku bahwa sampai hari ini anggota YPKP masih mendapat cap tersebut. Bahkan, sebagian kalangan menambahkan dengan menuding anggota YPKP ingin membangkitkan komunisme di Indonesia.

Oleh karena itulah, YPKP 65 berupaya untuk bertemu dan menyampaikan masalah tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

“Kami ingin meminta Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres (keputusan presiden) tentang rehabilitasi umum. Ini kami kan korban kekuasaan. Sampai sekarang belum selesai,” ujar Bedjo.

Terkait kapan tanggal pastinya, YPKP 65 masih menunggu kabar dari Staf Kepresidenan yang sempat ditemui pada 8 Agustus 2016.

“Kata staf presiden nanti akan ditanggalkan. Mungkin karena waktu itu situasi politik masih sensitif,” lanjut Bedjo.
Selama ini banyak beredar kabar bohong di dunia maya tentang kebangkitan PKI. Kabar tersebut selalu dilontarkan untuk membuat framing adanya pembiaran oleh pemerintah terkait dengan kebangkitan PKI, sehingga nantinya masyarakat akan antipati terhadap pemerintahan sekarang.

Padahal, kabar tentang kebangkitan PKI tersebut tidaklah benar dan hanya isapan jempol belaka.

Previous Kadispen AU: Tahun 2017 sudah tidak ada lagi pelanggaran udara
Next Masyarakat di imbau Aksi 313 berpotensi ricuh oleh sebab itu lebih baik tidak ikut aksi